Krisis Gereja Katolik Belgia

http://amien.mw.lt/ Green Area

Gereja Katolik-Roma Belgia masih belum memberikan kejelasan mengenai sejumlah besar skandal pelecehan anak-anak. Laporan tentang pelecehan besar-besaran oleh institusi gereja mengejutkan seluruh Belgia.

Senin lalu uskup agung Mechelen, Léonard van Mechelen, mengadakan jumpa pers, dihadiri seluruh media Belgia. Mereka mengharapkan keterbukaan dalam kasus ini dan juga kejelasan. Namun gereja tetap bungkam.

Sulit mengakui
“Lagi-lagi tidak ada hasil satu pun,” keluh seorang wartawan Vlandria. “Mereka terus bertahan.”
“Bukan main,” kata rekan wartawan dari Walonia. Baik pers maupun publik Belgia sangat heran dengan tabir yang sampai sekarang menyelimuti gereja Katolik.

Bahkan tayangan televisi ketika uskup Léonard dilontari berbagai pertanyaan kritis usai jumpa pers, tidak menjawab pertanyaan para pemirsa. “Memang dia mengatakan sesuatu?” tanya mereka. Satu-satunya janji dari pihak gereja adalah akan dibangun pusat untuk “pengakuan, penyembuhan, pemulihan dan rekonsiliasi.” Namun masih belum jelas, di mana, kapan dan siapa yang akan memimpinnya.

Aturan Main
Profesor Peter Nissen adalah guru besar sejarah budaya religi di Universitas Radboud, Nijmegen. Ia tidak heran dengan ketidakjelasan gereja Katolik Belgia.

“Gereja, apalagi gereja Belgia, di mana gereja Katolik Roma memiliki posisi penguasa di bidang filsafat, sudah terbiasa menentukan undang-undangnya sendiri. Menentukan aturan main sendiri, juga soal cara komunikasi dengan lingkungan di sekitar. Dan jika kini terungkap hal-hal yang merugikan citra gereja, sulit bagi mereka untuk menanganinya.”

Damage Control
Apa yang diharapkan media Belgia dari konferensi pers Senin kemarin adalah, pimpinan gereja menyerahkan seluruh penyelidikan kepada pihak kehakiman. Penyerahan ke tangan yustisi memang bisa memberikan kejelasan dan bahkan bisa mengurangi kemarahan rakyat negara itu. Nissen berpendapat, pihak gereja tidak bisa lagi mengingkari hal tersebut. Menurutnya sampai saat ini kekecewaan rakyat Belgia terhadap gereja begitu besar, sehingga penyerahan penyelidikan kepada pihak yustisi tidak dapat dihindari lagi. Jadi boleh dibilang ini sama dengan ‘damage control’ atau ‘untuk mengontrol dampak negatif.’

Penyerahan semua kasus ke tangan pihak yustisi Belgia ini juga berulangkali diminta organisasi para korban pelecehan. Tidak menjadi soal apakah kasus itu sudah kadaluarsa, yang terpenting adalah keterbukaan.

Mengobati Luka
Satu langkah pendekatan yang diambil persatuan gereja Belgia adalah pendirian ‘Pusat Pengakuan’. Menurut Nissen ini dapat disamakan dengan satu cara untuk mengobati luka.

“Sebenarnya tidak sejauh itu. Mereka menjanjikan sesuatu di masa depan, yang mana pihak gereja sendiri tidak tahu apa tugas-tugas lembaga tersebut. Untuk sementara ia berfungsi sebagai pusat informasi. Ya memang kedengarannya tidak jelas dan tidak tegas, juga penjelasan tentang hal ini. Sementara para korban mengatakan ‘satu hal penting adalah keadilan.”

Nissen berpendapat sebetulnya pendirian pusat informasi itu adalah tamparan bagi para korban.

Selamat
Yang menjadi pertanyaan apakah gereja Belgia bisa keluar dari krisis ini dengan selamat. Peter Nissen berpendapat krisis ini berbeda dari masalah-masalah yang dihadapi gereja Belgia sampai sekarang. Selama ini ancaman datang dari luar tubuh gereja; revolusi Prancis, Zaman Penerangan dan industrialisasi. Ancaman selalu datang dari luar.

“Krisis sekarang ini datang dari dalam tubuh gereja sendiri. Krisis itu sangat merusak kepercayaan terhadap gereja. Kemungkinan besar kepercayaan itu makin berkurang, sehingga gereja merosot menjadi suatu ikatan religius rakyat minoritas.”

Tawa mengejek
Namun menurut Nissen, satu hal sudah pasti. Harus ada keterbukaan, saat ini juga. Lagi-lagi membentuk komisi gereja yang menyelidiki sendiri gereja, hanya akan menimbulkan tawa mengejek, kata guru besar.

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klik http://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan Komentar

1900 Warga Asing Masuk Islam di Dubai Sepanjang Tahun

http://amien.mw.lt/ Green Area

Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal di Dubai pada hari Rabu 15/9/2010 mengumumkan bahwa 1900 warga asing yang tinggal Emirat memeluk Islam, dan menyatakan keislaman mereka di kantor mereka, sejak awal tahun ini.

Direktur Jenderal Departemen Hamad Al Shaibani mengatakan “mereka ini berasal dari 25 negara dari berbagai benua, termasuk 397 orang yang menyatakan keislaman mereka pada bulan terakhir Ramadan ini”.

Pendekatan bijaksana dalam dakwah:

Dia menekankan bahwa mereka “datang ke departemen ini atas kemauan mereka sendiri, dan menyatakan keinginan tulus untuk masuk Islam, setelah yakin dengan toleransinya dan keimanan mereka sebagai agama yang menyeru kepada kebajikan dan perbuatan baik.”

Dan warga asing yang tinggal di Dubai berasal lebih dari 200 negara, menurut statistik pemerintah.

Shaibani mengatakan bahwa para dai departemen tersebut menyeru non-Muslim di Dubai untuk masuk Islam, “untuk mengamalkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berdakwah kepada Allah dengan bijaksana dan penjelasan yang baik”.

Dia menambahkan bahwa mereka “dikerahkan di pusat-pusat perbelanjaan, rumah sakit, tempat berkumpul masyarakat dan bertugas memperkenalkan kepada mereka prinsip-prinsip, konsep dan ajaran agama Islam”.

Kompetensi para dai:

Dia mencatat bahwa para dai yang fasih dalam 11 bahasa termasuk Inggris, Prancis, dan bahasa kebanyakan bahasa Asia mengadakan “kuliah dan seminar agama bagi non-Muslim, dan sepanjang itu menjelaskan  toleransi Islam kepada para pengikutnya dan selain pengikutnya dari para ahli kitab lain atau bahkan selain ahli kitab”.

Dia menambahkan “para dai bertugas mendistribusikan buku-buku, kaset-kaset audio dan cd-cd yang menjelaskan kepada non-muslim informasi tentang Islam dan cara beribadah” katanya “bukan hanya itu saja, “bahkan kami menyelenggarakan bagi para mualaf dan keluarga mereka kursus bahasa Arab di masjid Dubai dan beberapa pusat perbelanjaan, dan menyediakan bagi non-Muslim semua fasilitas untuk menyatakan keislaman mereka, dan untuk menjawab setiap pertanyaan tentang agama Islam dan bagaimana cara memahaminya”.

Tujuan dari departemen tersebut, menurut Shaibani, adalah supaya mereka “dapat berdakwah kepada Allah dengan bijaksana dan penjelasan yang baik, dan memberikan kesan terhadap orang-orang di sekitar mereka dan menekankan bahwa Islam adalah agama toleran”.

Departemen Urusan Islam di Dubai telah mengumumkan bahwa 6 warga asing yang masuk Islam di tangan para dainya, telah menjadi penyeru agama Islam, dan mengadakan beberapa kuliah selama beberapa tahun bagi warga negara mereka di Dubai untuk lebih mendekatkan mereka kepada agama, dan bertugas menjelaskan dasar-dasar Islam bagi yang berminat dengan bahasa mereka sendiri. voa-islam.com

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan Komentar

Di Punjab Gereja Dibakar Menanggapi Acara Pembakaran Al Qur’an di Amer

http://amien.mw.lt/ Green Area

Kelompok Muslim membakar sebuah gereja dan sekolah Kristen di Punjab sebagai reaksi terhadap pembakaran Al Qur’an yang diusulkan oleh Terry Jones, seorang pendeta Amerika dalam rangka memperingati serangan 9/11.

Sekolah Komunitas Misionaris Kristen dibakar pada tanggal 13 September 2010 di Tangmarg, dekat Gulmarg. Pemadam kebakaran yang mencoba memadamkan api di sekolah tersebut dihalangi massa. Seluruh bangunan terbakar habis namun tidak ada yang terluka dalam insiden itu.

Tidak hanya sampai disini, demonstran Muslim yang marah juga menyerbu gedung pemerintahan dan bentrok dengan polisi. Tujuh orang tewas, termasuk seorang perwira polisi. Empat orang lagi tewas dalam aksi protes sebelumnya.

Protes terhadap pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di negeri ini sudah sering dilakukan. Paling tidak sudah 70 demonstran tewas akibat serangan brutal polisi dalam tiga bulan terakhir.

Pada malam harinya, di Punjab, massa yang marah membakar gereja dan berbagai mobil yang diparkir di Loha Bazar di kota Malerkotla, kabupaten Sangrur yang dihuni mayoritas Muslim. Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam hingga pukul 6 pagi untuk mengantisipasi kekerasan lebih luas.  voa-islam.com

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di berita, islam, muslim, perang | Tag | Tinggalkan Komentar

Densus88 buatan Australia

Laksana “bos” marah pada “anak buahnya”, maka berita ini sangat cocok sekali. Pemerintah Australia “marah” dan mengirim pejabatnya untuk menginvestigasi dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh Densus 88 terkait kasus penyiksaan pembrontak RMS di Maluku. Seorang juru bicara urusan luar negeri Australia mengatakan pihaknya mengetahui dan prihatin dengan itu. Info ini berasal dari adanya pengaduan yang menyatakan Densus 88 memukuli dan menyiksa tahanan kelompok separatis dan melukai mereka.

Kontan,media cetak Australiapun ramai-ramai menanggapi  hal tersebut, harian The Sydney Morning Herald dalam laporannya mengatakan Densus 88 menerima jutaan dolar dari Australia setiap tahunnya untuk memerangi kelompok teroris di Indonesia.
Polri dan Densus 88 dinilai tergantung pada bantuan Australia. Dan sebagaimana yang di katakan Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Marwoto Soeto menegaskan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memang dilatih oleh pihak Australia. Tidak hanya menerima pelatihan, Densus juga diberi peralatan canggih oleh polisi Australia. Itulah sebabnya, Polisi Federal Australia bisa leluasa mengintervensi dan berkeinginan memeriksa oknum Densus 88 yang diduga melakukan penyiksaan pada pemberontak separatis di Maluku. muslim daily.

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan Komentar

Veteran AS Cemaskan Sentimen Anti Islam

Sekelompok veteran Amerika dari perang di Irak dan Afghanistan telah menandatangani surat terbuka mengenai sentimen anti-Islam yang meningkat di Amerika Serikat.

Surat itu, diberikan secara eksklusif kepada Huffington Post pada hari Senin, menyerukan publik Amerika untuk menghormati “nilai” dari prajurit yang mempertaruhkan nyawa mereka di medan perang.

Dalam surat tersebut juga mendesak Amerika untuk menghindari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan pasukan AS di Timur Tengah.

“Ketika warga di sini berpartisipasi dalam retorika kebencian dan intoleransi terhadap umat Islam, hal tersebut membuat tentara di sana dalam bahaya,” demikian isi dari salah satu bagian surat itu.

“Amerika, Anda harus membawa kami,” tekan para veteran.

Seruan ini menyerupai komentar yang dibuat oleh Jenderal David Petraeus, komandan pasukan internasional di Afghanistan, yang juga memperingatkan bahwa setiap tindakan anti-Islam di AS akan membahayakan nyawa pasukan Amerika di luar negeri.

Surat itu datang hanya dua hari setelah batalnya rencana pembakaran Al Quran di Amerika Serikat oleh pendeta Terry JOnes di Florida. muslim-daily

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Tinggalkan Komentar

Senat Prancis Setujui RUU Larangan Cadar di Tempat Umum

http://amien.mw.lt/ Green Area

Senat Prancis Setujui RUU Larangan Cadar di Tempat Umum

Senat Prancis akhirnya menyetujui rancangan undang-undang (RUU) larangan mengenakan cadar di negara Eropa tersebut. Rancangan pelarangan itu meraih 246 suara dan hanya satu yang menentangnya, Selasa waktu setempat (14/9).

Selanjutnya pelarangan itu akan ditinjau oleh Dewan Konstitusional Prancis yang akan berlangsung dalam waktu kurang dari satu bulan.

UU itu melarang pemakaian penutup wajah di tempat-tempat umum. Perempuan yang mengenakan cadar di jalan atau di gedung-gedung umum bakal dikenai denda 150 euro. Sementara laki-laki yang memaksa istrinya mengenakan cadar atau burka atau niqab diancam denda sebesar 30 ribu euro.

Sekitar dua ribu perempuan mengenakan penutup wajah dan secara total ada enam juta Muslim Prancis.

Sementara itu, Amnesty International menyatakan pelarangan itu justru menghalangi kebebasan mengeluarkan pendapat. Selanjutnya Lembaga Hak Asasi Manusia itu juga khawatir perempuan yang saat ini mengenakan cadar tidak akan berani lagi ke luar rumah

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di muslim | Tag | Tinggalkan Komentar

Khamenei Yakin Pemerintah AS di Balik Ide Pembakaran Alquran

http://amien.mw.lt/ Green Area

Khamenei Yakin Pemerintah AS di Balik Ide Pembakaran Alquran

Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei menuduh pemerintah AS sebagai dalang di balik rencana pembakaran Alquran oleh organisasi Kristen sayap kanan pimpinan Tery Jones akhir pekan lalu. Tuduhan itu disampaikan Khamenei dalam sebuah pidato yang dilansir kantor berita Iran, IRNA.  Pidato tersebut sekaligus menjadi sikap keras Iran atas sejumlah insiden pembakaran Alquran yang berlangsung di sejumlah tempat di AS.

Dalam pidatonya, Khamenei mengatakan sebagai pemimpin dunia yang arogan, AS telah mendalangi rencana itu. Khamenei juga sempat menyinggung keterlibatan zionis Israel yang juga mempengaruhi pemerintah AS. Dia pun meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan tindakan pemerintah AS yang mengatakan bahwa Terry Jones telah diisolasi.

“Insiden ini dan sebelumnya secara jelas menggambarkan bahwa arogansi global yang ditunjukan AS melalui rencana menyerang fondasi utama Islam dan Alquran,” kata dia seperti dikutip dari Harian New York Post edisi online, Selasa (14/9). Di Iran, kemarahan terhadap rencana pembakaran Alquran mengundang 1.000 demonstran yang meneriakan ‘Kematian AS’ dan ‘Pastor AS harus dibunuh’.

Aksi protes yang berlangsung di depan kedutaan Besar Swiss untuk Iran sempat memicu bentrokan dengan polisi. Kedutaan Swiss merupakan sasaran empuk demonstran karena menjadi perwakilan kepentingan AS di Iran paska pemutusan hubungan diplomatik kedua negara paska revolusi Iran yang berlangsung tahun 1979.

Aksi protes bahkan membuat pemerintah India memblokir operator yang menyiarkan tayangan televisi Iran tentang rencana pembakaran Alquran. Pemblokiran itu dilakukan dengan alasan menjaga gerakan anti AS yang kini meluas dalam beberapa hari terakhir.

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di berita, muslim, religi | Tag | Tinggalkan Komentar

Rencana Pembangunan Islamic Centre di New York ‘Dibajak’

http://amien.mw.lt/ Green Area

Lokasi Islamic Center New York tak akan Dipindahkan

,Imam Feisal Abdul Rauf, tokoh Islam di kota New York mengatakan, ia menyesalkan timbulnya kehebohan tentang rencana pembangunan sebuah Islamic Center di kota itu, tapi ia tidak bermaksud untuk memindahkan lokasi dekat Ground Zero tadi.

Ketika berbicara dalam wawancara televisi hari Minggu, ia mengatakan, kalau lokasi itu dipindahkan, itu hanya akan memperkuat kelompok-kelompok radikal di dunia Islam dan membahayakan keselamatan warga Amerika. Kata Imam Abdul Rauf, kalau hal itu dilakukan akan ada kesan bahwa orang-orang Islam di Amerika sedang mendapat ancaman.

Kata Imam Rauf lagi, kalau ia tahu bahwa rencana pembangunan kompleks Islam itu akan menimbulkan demikian banyak kontroversi, ia tidak akan mengusulkannya, karena ia adalah seorang pencinta perdamaian.

Penasihat Presiden Obama urusan hubungan antar-kepercayaan mengatakan, “kekuatan-kekuatan yang menginginkan persatuan akan mengalahkan kekuatan-kekuatan yang menghasut sikap tidak toleran”.

Pastor Terry Jones dari sebuah gereja kecil di Florida tadinya berniat akan membakar kitab suci al-Quran hari Sabtu kemarin pada ulang tahun ke-9 serangan terroris di Amerika, meskipun rencana ini akhirnya dibatalkan.

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di muslim | Tag | Tinggalkan Komentar

Abraham David Mandey : Pendeta yang mendapat Hidayah Allah

http://amien.mw.lt/ Green Area

Barangkali tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa perjalanan hidupnya merupakan suatu kasus yang langka dan unik. Betapa tidak, Abraham David Mandey yang selama 12 tahun mengabdi di gereja sebagai “Pelayan Firman Tuhan “, istilah lain untuk sebutan pendeta, telah memilih Islam sebagai “jalan hidup” akhir dengan segala risiko dan konsekuensinya. Di samping itu, ia yang juga pernah menjadi perwira TNI-AD dengan pangkat mayor, harus mengikhlaskan diri melepas jabatan, dan memulai karir dari bawah lagi sebagai kepala keamanan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

Cerita Beliau ini, – mohon maaf – tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan Institusi tertentu karena apa yang telah terjadi Beliau terima dengan ikhlas dan tawakal, Beliau hanya ingin menceritakan proses bagaimana Beliau mendapat hidayah dan tantangannya sebagai mualaf – red.

Saya terlahir dengan nama Abraham David di Manado, 12 Februari 1942. Sedangkan, Mandey adalah nama fam (keluarga) kami sebagai orang Minahasa, Sulawesi Utara. Saya anak bungsu dan tiga bersaudara yang seluruhnya laki-laki. Keluarga kami termasuk keluarga terpandang, baik di lingkungan masyarakat maupun gereja. Maklum, ayah saya yang biasa kami panggil papi, adalah seorang pejabat Direktorat Agraria yang merangkap sebagai Bupati Sulawesi pada awal revolusi kemerdekaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Makasar. Sedangkan, ibu yang biasa kami panggil mami, adalah seorang guru SMA di lingkungan sekolah milik gereja Minahasa.

Sejak kecil saya kagum dengan pahlawan-pahlawan Perang Salib seperti Richard Lion Heart yang legendaris. Saya juga kagum kepada Jenderal Napoleon Bonaparte yang gagah perwira. Semua cerita tentang kepahlawanan, begitu membekas dalam batin saya sehingga saya sering berkhayal menjadi seorang tentara yang bertempur dengan gagah berani di medan laga.

Singkatnya, saya berangkat ke Jakarta dan mendaftar ke Mabes ABRI. Tanpa menemui banyak kesulitan, saya dinyatakan lulus tes. Setelah itu, saya resmi mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari pendidikan militer yang saya ikuti selama 2 tahun itu, kecuali bahwa disiplin ABRI dengan doktrin “Sapta Marga”-nya telah menempa jiwa saya sebagai perwira remaja yang tangguh, berdisiplin, dan siap melaksanakan tugas negara yang dibebankan kepada saya.

Meskipun dipersiapkan sebagai perwira pada bagian pembinaan mental, tetapi dalam beberapa operasi tempur saya selalu dilibatkan. Pada saat-saat operasi pembersihan G-30S/PKI di Jakarta, saya ikut bergabung dalam komando yang dipimpin Kol. Sarwo Edhie Wibowo (almarhum).

Setelah situasinegara pulih yang ditandai dengan lahirnya Orde Baru tahun 1966, oleh kesatuan saya ditugaskan belajar ke STT (Sekolah Tinggi Teologi) milik gereja Katolik yang terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Di STI ini, selama 5 tahun (1966-1972) saya belajar, mendalami, mengkaji, dan diskusi tentang berbagai hal yang diperlukan sebagai seorang pendeta. Di samping belajar sejarah dan filsafat agama Kristen. STT juga memberikan kajian tentang sejarah dan filsafat agama-agama di dumia, termasuk studi tentang Islam.

Menjadi Pendeta.

Sambil tetap aktif d TNI-AD, oleh Gereja Protestan Indonesia saya ditugaskan menjadi Pendeta II di Gereja P***** (edited) di Jakarta Pusat, bertetangga dengan Masjid Sunda Kelapa. Di gereja inilah, selama kurang lebih 12 tahun (1972-1984) saya memimpin sekitar 8000 jemaat yang hampir 80 persen adalah kaum intelektual atau masyarakat elit.

Di Gereja P***** (edited) ini, saya tumpahkan seluruh pengabdian untuk pelayanan firman Tuhan. Tugas saya sebagai Pendeta II, selama memberikan khutbah, menyantuni jemaat yang perlu bantuan atau mendapat musibah, juga menikahkan pasangan muda-mudi yang akan berumah tangga.

Kendati sebagai pendeta, saya juga anggota ABRI yang harus selalu siap ditugaskan di mana saja di wilayah Nusantara. Sebagai perwira ABRI saya sering bertugas ke seluruh pelosok tanah air Bahkan, ke luar negeri dalam rangka tugas belajar dari markas, seperti mengikuti kursus staf Royal Netherland Armed Forces di Negeri Belanda. Kemudian, pada tahun 1969 saya ditugaskan untuk mengikuti Orientasi Pendidikan Negara-negara Berkembang yang disponsoni oleh UNESCO di Paris, Prancis.

Dilema Rumah Tangga

Kesibukkan saya sebagai anggota ABRI ditambah tugas tugas gereja, membuat saya sibuk luar biasa. Sebagaipendeta, saya lebih banyak memberikan perhatian kepada jemaat. Sementara,kepentingan pribadi dan keluarga nyaris tergeser. Istri saya, yang putri mantan Duta Besar RI di salah satu negara Eropa, sering mengeluh dan menuntut agar saya memberikan perhatian yang lebih banyak buat rumah tangga.

Tetapi yang namanya wanita, umumnya lebih banyak berbicara atas dasar perasaan. Karena melihat kesibukan saya yang tidak juga berkurang, ia bahkan meminta agar saya mengundurkan diri dan tugas-tugas gereja, dengan alasan supaya lebih banyak waktu untuk keluarga. Tenth saja saya tidak dapat menerima usulannya itu. Sebagai seorang “Pelayan Firman Tuhan” saya telah bersumpah bahwa kepentingan umat di atas segalanya.

Problem keluarga yang terjadi sekitar tahun 1980 ini kian memanas, sehingga bak api dalam sekam. Kehidupan rumah tangga saya, tidak lagi harmonis. Masalah-masalah yang kecil dan sepele dapat memicu pertengkaran. Tidak ada lagi kedamaian di rumah. Saya sangat mengkhawatirkan Angelique, putri saya satu-satunya. Saya khawatir perkembangan jiwanya akan terganggu dengan masalah yang ditimbulkan kedua orang tuanya. Oleh karenanya, saya bertekad harus merangkul anak saya itu agar ia mau mengerti dengan posisi ayahnya sebagai pendeta yang bertugas melayani umat. Syukur, ia mau mengerti. Hanya Angeliquelah satu-satunya orang di rumah yang menyambut hangat setiap kepulangan saya.

Dalam kesunyian malam saat bebas dan tugas-tugas gereja, saya sering merenungkan kehidupan ramah tangga saya sendiri. Saya sering berpikir, buat apa saya menjadi pendeta kalau tidak mampu memberikan kedamaian dan kebahagiaan buat rumah tangganya sendiri. Saya sering memberikan khutbah pada setiap kebaktian dan menekankan hendaknya setiap umat Kristen mampu memberikan kasih kepada sesama umat manusia. Lalu, bagaimana dengan saya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu semakin membuat batin saya resah. Saya mencoba untuk memperbaiki keadaan. Tetapi, semuanya sudah terlambat. Istri saya bahkan terang terangan tidak mendukung tugas-tugas saya sebagai pendeta. Saya benar-benar dilecehkan. Saya sudah sampal pada kesimpulan bahwa antara kami berdua sudah tidak sejalan lagi.

Lalu, untuk apa mempertahankan rumah tangga yang sudah tidak saling sejalan? Ketika niat saya untuk “melepas” istri, saya sampaikan kepada sahabat-sahabat dekat saya sesama pendeta, mereka umumnya menyarankan agar saya bertindak lebih bijak. Mereka mengingatkan saya, bagaimana mungkin seorang pendeta yang sering menikahkan seseorang, tetapi ia sendiri justru menceraikan istrinya? Bagaimana dengan citra pendeta di mata umat? Begitu mereka mengingatkan.

Apa yang mereka katakan semuanya benar. Tetapi, saya sudah tidak mampu lagi mempertahankan bahtera rumah tangga. Bagi saya yang terpenting saat itu bukan lagi persoalan menjaga citra pendeta. Tetapi, bagaimana agar batin saya dapat damai. Singkatnya, dengan berat hati saya terpaksa menceraikan istri saya. Dan, Angelique, putri saya satu-satunya memilih ikut bersama saya.

Mencari Kedamaian

Setelah kejadian itu, saya menjadi lebih banyak melakukan introspeksi. Saya menjadi lebih banyak membaca literatur tentang filsafat dan agama. Termasuk kajian tentang filsafat Islam, menjadi bahan yang paling saya sukai. Juga mengkaji pemikiran beberapa tokoh Islam yang banyak dilansir media massa.

Salah satunya tentang komentar K.H. E.Z. Muttaqin (almarhum) terhadap krisis perang saudara di Timur Tengah, seperti diYerusalem dan Libanon. Waktu itu (tahun 1983), K.H.E.Z. Muttaqin mempertanyakan dalam khutbah Idul Fitrinya, mengapa Timur Tengah selalu menjadi ajang mesiu dan amarah, padahal di tempat itu diturunkan para nabi yang membawa agama wahyu dengan pesan kedamaian?

Saya begitu tersentuh dengan ungkapan puitis kiai dan Jawa Barat itu. Sehingga, dalam salah satu khutbah saya di gereja, khutbah Idul Fitni K.H. E.Z. Muttaqin itu saya sampaikan kepada para jemaat kebaktian. Saya merasakan ada kekagetan di mata para jemaat. Saya maklum mereka terkejut karena baru pertama kali mereka mendengar khutbah dari seorang pendeta dengan menggunakan referensi seorang kiai Tetapi, bagi saya itu penting, karena pesan perdamaian yang disampaikan beliau amat manusiawi dan universal.

Sejak khutbah yang kontroversial itu, saya banyak mendapat sorotan. Secara selentingan saya pemah mendengar “Pendeta Mandey telah miring.” Maksudnya, saya dinilai telah memihak kepada salah satu pihak. Tetapi, saya tidak peduli karena yang saya sampaikan adalah nilai-nilai kebenaran.

Kekaguman saya pada konsep perdamaian Islam yank diangkat oleh KH. E.Z. Muttaqin, semakin menarik saya lebih kuat untuk mendalami konsepsi-konsepsi Islam lainnya. Saya ibarat membuka pintu, lalu masuk ke dalamnya, dan setelah masuk, saya ingin masuk lagi ke pintu yang lebih dalam. Begitulah perumpamaannya. Saya semakin “terseret” untuk mendalami, konsepsi Islam tentang ketuhanan dan peribadahan

Saya begitu tertarik dengan konsepsi ketuhanan Islam yang disebut “tauhid”. Konsep itu begitu sederhana, lugas, dan tuntas dalam menjelaskan eksistensi Tuhan yang oleh orang Islam disebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga, orang yang paling awam sekalipun akan mampu mencemanya. Berbeda dengan konsepsi ketuhanan Kristen yang disebut Trinitas. Konsepsi ini begitu rumit, sehingga diperlukan argumentasi ilmiah untuk memahaminya.

Akan halnya konsepsi peribadatan Islam yang disebut syariat, saya melihatnya begitu teratur dan sistematis. Saya berpikir seandainya sistemper ibadatan yang seperti ini benar benar diterapkan, maka dunia yang sedang kacau ini akan mampu di selamatkan.

Pada tahun 1982 itulah saya benar-benar mencoba mendekati Islam. Selama satu setengah tahun saya melakukar konsultasi dengan K.H. Kosim Nurzeha yang juga aktif di Bintal (Pembinaan Mental) TNI-AD. Saya memang tidak ingin gegabah dan tergesa-gesa, karena di samping saya seorang pendeta, saya juga seorang perwira Bintal Kristen dilingkungan TNI-AD. Saya sudah dapat menduga apa yang akan terjadi seandainya saya masuk Islam.

Tetapi, suara batin saya yang sedang mencari kebenaran dan kedamaian tidak dapat diajak berlama-lama dalam kebimbangan. Batin saya mendesak kuat agar saya segera meraih kebenaran yang sudah saya temukan itu.

Oh, ya, di samping Pak Kosim Nurzeha, saya juga sering berkonsultasi dengan kolega saya di TNI-AD. Yaitu, Dra. Nasikhah M., seorang perwira Kowad (Korps.Wanita Angkatan Darat) yang bertugas pada BAIS (Badan Intelijen dan Strategi) ABRI.

Ia seorang muslimah lulusan UGM (Universilas Gajah Mada) Yogyakarta, jurusan filsafat. Kepadanya saya sering berkonsultasi tentang masalah-masalah pribadi dan keluarga. Ia sering memberi saya buku-buku bacaan tentang pembinaan pribadi dan keluarga dalam Islam. Saya seperti menemukan pegangan dalam kegundahan sebagai duda yang gagal dalam membina rumah tangganya.

Akhirnya, saya semakin yakin akan hikmah dibalik drama rumah tangga saya. Saya yakin bahwa dengari jalan itu, Tuhan ingin membimbing saya ke jalan yang lurus dan benar. Saya bertekad, apa pun yang terjadi saya tidak akan melepas kebenaran yang telah saya raih ini.

Akhimya, dengan kepasrahan yang total kepada Tuhan, pada tanggal 4 Mei 1984 saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat dengan bimbingan Bapak K.H. Kosim Nurzeha dan saksi Drs. Farouq Nasution di Masjid Istiqial. Allahu Akbar. Hari itu adalah hari yang amat bersejarah dalam hidup saya. Han saat saya menemukan diri saya yang sejati.

Menghadapi Teror

Berita tentang keislaman saya ternyata amat mengejutkan kalangan gereja, termasuk di tempat kerja saya di TNI-AD. Wajar, karena saya adalah Kepala Bintal (Pembinaan Mental)Kristen TNI-AD dan di gereja, saya adalah pentolan.

Sejak itu saya mulai memasuki pengalaman baru, yaitu menghadapi tenor dan berbagai pihak. Telepon yang bernada ancaman terus berdening. Bahkan, ada sekelompok pemuda gereja di Tanjung Priok yang bertekad menghabisi nyawa saya, karena dianggapnya telah murtad dan mempermalukan gereja.

Akan halnya saya, di samping menghadapi teror, juga menghadapi persoalan yang menyangkut tugas saya di TNI AD. DGI (Dewan Gereja Indonesia), bahkan menginim surat ke Bintal TNT-AD, meminta agar saya dipecat dan kedinasan dijajaran ABRl dan agar saya mempertanggungjawabkan perbuatan saya itu di hadapan majelis gereja.

Saya tidak penlu menjelaskan secara detail bagaimana proses selanjutnya, karena itu menyangkut rahasia Mabes ABRI. Yang jelas setelah itu, saya menerima surat ucapan tenima kasih atas tugas-tugas saya kepada negara, sekaligus pembebastugasan dan jabatan saya di jajaran TNT-AD dengan pangkat akhir Mayor.

Tidak ada yang dapat saya ucapkan, kecuali tawakal dan ménerima dengan ikhlas semua yang tenjadi pada diri saya. Saya yakin ini ujian iman.

Saya yang terlahir dengan nama Abraham David Mandey, setelah muslim menjadi Ahmad Dzulkiffi Mandey, mengalami ujian hidup yang cukup berat. Alhamdulillah, berkat kegigihan saya, akhirnya saya diterima bekerja di sebuab perusahaan swasta. Sedikit demi sedikit kanin saya terus menanjak. Setelah itu, beberapa kali saya pindah kerja dan menempati posisi yang cukup penting. Saya pennah menjadi Manajer Divisi Utama FT Putera Dharma. Pernah menjadi Personel/General Affairs Manager Hotel Horison, tahun 1986-1989, Dan, sejak tahun 1990 sampai sekarang saya bekerja di sebuah bank terama di Jakarta sebagai Safety & Security Coordinator.

Kini, keadaan saya sudah relatif baik, dan saya sudah meraih semua kebahagiaan yang selama sekian tahun saya rindukan. Saya sudah tidak lagi sendiri, sebab Dra. Nasikhah M, perwira Kowad itu, kini menjadi pendamping saya yang setia, insya Allah selama hayat masih di kandung badan. Saya menikahinya tahun 1986. Dan, dan perikahan itu telah lahir seorarig gadis kedil yang manis dan lucu, namariya Achnasya. Sementara, Angelique, putri saya dari istri pertama, sampai hari ini tetap ikut bersama saya, meskipun ia masih tetap sebagai penganut Protestan yang taat.

Kebahagiaan saya semakin bertambah lengkap, tatkala saya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama istri tercinta pada tahun 1989.

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di religi | Tag | Tinggalkan Komentar

Nourdeen Wildeman: Islam Agama Rasional

http://amien.mw.lt/ Green Area

Nourdeen Wildeman, 26 tahun, adalah warga Belanda yang “resmi” masuk Islam pada 9 Desember 2007. Meskipun baru menjadi mualaf, ia telah aktif dalam dakwah Islam. Saat ini, ia sedang mempersiapkan peluncuran program dakwah yang sedang berlangsung dengan tema, “Temukan masjid yang menyajikan terbaik buat Anda.”

Program tersebut bertujuan untuk mendata profil masjid-masjid di Belanda. Lewat program ini, diharapkan setiap Muslim dapat mengetahui segala hal tentang masjid; semua informasi yang berkenaan dengan setiap masjid.

Program ini menyajikan secara lengkap profil setiap masjid, seperti latar belakang etnisnya, alamat, kode pos, nomor telepon, alamat e-mail, gambar masjid, bahasa yang digunakan dalam khotbah Jumat, toko buku, kapasitas muat masjid untuk laki-laki dan perempuan, ketersediaan kamar mandi dan tempat wudlu baik untuk laki-laki atau perempuan, dan tak ketinggalan beberapa kondisi umum, seperti bangunan tua, tidak ada parkir, pelajaran khusus, kelengkapan, dan juga jadwal shalat sesuai dengan lokasi tertentu.

Awal Mengenal Islam
Nourdeen mengaku tidak tahu kapan persisnya ia benar-benar menjadi seorang Muslim. Perkenalannya dengan Islam dimulai empat atau lima tahun sebelum ia resmi mengucapakan dua kalimat syahadat. Semua dimulai dari keingintahuannya tentang Islam yang waktu itu sedang hangat-hangatnya dibicarakan di media Eropa, pasca tragedi 11 September.

“Buku pertama yang saya baca tentang Islam sangat akademis dan sangat sulit dipahami. Karenanya saya memutuskan untuk mencari buku lain agar saya dapat lebih mudah memahami Islam, dan saya tetap membaca dan lebih banyak lagi,” kenang Nourdeen.

“Setelah membaca banyak buku, saya menemukan bahwa Islam tidak seperti anggapan saya selama ini. Justru banyak ajaran Islam yang sesuai dengan apa yang saya percayai secara natural,” tambahnya.

Menurut Nourdeen, Sebagian besar pencitraan media terhadap Islam sepenuhnya salah. Anggapan media Barat bahwa Islam adalah agama penindas hak perempuan merupakan kekeliruan besar. Islam juga bukan agama kekerasan dan teroris. Baginya, Islam bukan hanya agama damai namun juga agama yang menghormati akal.

“Saya menemukan Islam sebagai agama yang sangat rasional. Agama yang mendukung ilmu pengetahuan. Ia mendorong manusia untuk memahami dan menafakkuri segala sesuatu di sekitarnya. Sebuah agama yang mengajak umatnya untuk berfikir kritis,” paparnya.

“Sebelum mendalami Islam, saya selalu berpikir bahwa menjadi seorang atheist mungkin lebih mudah dan enak, saya bisa bebas melakukan apa pun yang saya inginkan, namun hati kecil saya selalu mengkritik gaya hidup seperti itu, dan akhirnya saya mencapai kesadaran tentang Tuhan. Inilah kebenaran yang saya rasakan dalam Alquran dan hadis,” akunya.

Respons Keluarga dan Lingkungan
Nourdeen lahir dan besar dalam keluarga dengan multikepercayaan, ayahnya seorang atheist, sementara ibunya penganut agamanya Kristen Protestan. Keputusannya untuk menjadi mualaf tidak mendapat penentangan yang berarti dari keluarganya.

Keinginan Nourdeen untuk menjadi Muslim memang tidak langsung ia ceritakan kepada kedua orangtuanya. Nourdeen hanya beruhasa memancing reaksi mereka dengan bertanya kepada mereka jika ia beralih ke agama lain seperti Islam, mereka menyatakan bahwa itu adalah pilihan hidupmu, selama tidak mengganggu siapa pun, ia bebas menentukannya.

Meskipun begitu ibu Nourdeen sempat menasihatinya bahwa menjadi Kristen itu lebih mudah. Nourdeen pun menjawab, “saya tidak sedang mencari agama yang paling mudah, tetapi palaing benar.”

Berbeda dengan ibunya, ayahnya justru memberi dukungan penuh kepada keputusannya tersebut. “Saya sangat bahagiaakarena ayah bersedia mendampingi saya di saat saya mengucapkan dua kalimat syahadat, dan ini terekam oleh kamera video. Ia mendukung saya karena saya merupakan bagian dari dia, dan Islam akan menjadi bagian dari saya, maka dia akan menerima saya dengan keislaman saya,” papar Nourdeen.

Kebebasan yang diberikan keluarganya ini diakui Nourdeen sebagai anugrah besar. Karena menurutnya, tak sedikit teman-teman mualaf yang menghadapi masalah yang cukup serius akibat dari penentangan pihak keluarga.

“Kenyataannya, memang banyak dari mualaf yang menghadapi masalah keluarga ketika mereka menyatakan diri sebagai Muslim. Rata-rata yang mengahadapi problem seperti ini adalah perempuan,” ujarnya.

“Saya sangat menghormati perempuan di negara ini yang menjadi mualaf, karena kondisi yang mereka hadapi lebih sulit, belum lagi problem pakaian yang mereka kenakan. Bahkan ada yang diusir dari rumah mereka dan keluarga mereka tidak mau menerima mereka lagi. Karenanya, saya sangat beruntung, alhamdulillah, dengan keluarga saya.

Respons positif pun Nourdeen dapatkan dari atasan kerjanya. Setelah resmi menjadi Muslim, Nourdeen kemudian mengirim e-mail kepada atasannya untuk memberitahu atasanya tersebut bahwa ia telah menjadi seorang Muslim.

“Namun, alhamdulillah, saya tidak kena damprat. Justru saya mendapat bonus pada akhir tahun berdasarkan evaluasi kerja saya. Atasan saya mengatakan bahwa di samping saya memeliki kinerja yang baik, saya juga mampu membuat pilihan yang sulit ketika saya memilih menjadi seorang Muslim. Dia mengatakan bahwa saya memiliki keberanian untuk mengambil pilihan yang sulit di samping saya mampu bekerja dengan baik,” paparnya.

Mendalami Islam
Setelah resmi masuk Islam, Nourdeen masih terus bersemangat dalam mempelajari Islam. Ia juga sering berdiskusi dengan umat Islam yang lebih senior, namun kegemarannya melahap buku-buku Islam justu menjadikannya lebih banyak tahu tentang Islam dibanding mereka.

“Saya membaca buku karangan Tariq Ramadan berjudul In the Footsteps of the Prophet (Jejak-jejak Nabi). Buku ini banyak membantu saya sebagai Muslim Eropa karena ditulis dengan cara yang cocok bagi orang Barat. Metode Arab dalam penulisan cerita berbeda dengan metode Barat, tetapi Tariq Ramadan mampu menyampaikan pesannya dengan menggunakan pendekatan Barat,” ujar Nourdeen.

“Saat ini, saya juga mempelajari Alquran di Dar al-’Ilm di Belanda. Tempat ini menyediakan kajian Alquran secara menyeluruh dari A hingga Z berdasarkan Tafsir Ibnu Kathir,” imbuhnya.

Menanggapi perkembangan isu keislaman dan perbedaan kultur dan kondisi antara Barat dan Timur, Nourdeen mengatakan bahwa beberapa fatwa yang dikeluarkan di banyak negara-negara Muslim tidak dapat dilaksanakan secara keseluruhan di negara-negara Muslim minoritas. Beberapa modifikasi harus dilakukan agar sesuai dengan kondisi Barat.-taq

tunggu info kami selanjutnya kawan. jangan lupa ajak teman-teman anda gabung disini klik Green Area dengan cara saranakan teman anda atau klikhttp://amien.mw.lt/untuk cara saran yang lebih cepat. trimakasi wassalam,.

Green Area komuniti muslim facebook.

Dipublikasi di muslim | Tag | Tinggalkan Komentar